Sinetron Nada Cinta

Sinetron Nada Cinta

Cari Blog Ini

Memuat...

Rabu, 09 Februari 2011

Episode 12

Senin, 31 Januari 2011
Nada Cinta (episode 12)

Babak pertama pun selesai dengan skor seri. Lalu Pak Burhan memberikan pengarahan pada anak basket, namun Ricky tidak mendengarkan pengarahan Pak Burhan dengan baik. Ia terus-terusan menatap kebersamaan Rasty dan Alex dan itu membuatnya sakit hati. Bagas mengetahui bahwa Ricky dan Rasty tengah ada masalah, lalu Bagas pun meminta Ricky untuk menyelesaikan masalahnya dahulu dengan Rasty. Lalu Ricky pun menghampiri Rasty yang tengah bicara dengan Via dan Nuri. Ricky pun mengatakan pada Rasty bahwa ia ingin bicara berdua dengan Rasty, namun Rasty tak mau. Dan dengan mudahnya Rasty mengatakan bahwa baginya mereka bukan siapa-siapa lagi karena Rasty sudah lupa. Lalu Rasty membalas lambaian tangan dari Alex dan mengatakan pada Alex untuk mencetak skor yang banyak. Ricky hanya bisa terdiam melihat semua itu. sedangkan Nada terlihat kasian melihat Ricky.
Babak kedua pun dimulai. Awalnya Ricky bermain bagus dan dapat mencetak skor. Namun saat Rasty berteriak “..KALAHIN MEREKA, ALEX!!! KAMU GAK USAH PEDULIIN RICKY!! KALO PENGECUT SIH UDAH PASTI KALAH!!” pada Alex membuat Ricky menjadi down. Nada yang melihat itu merasa kasihan pada Ricky. Saat Ricky sedang dalam konsentrasi buyar dimanfaatkan oleh Alex untuk mencetak point sebanyak mungkin. Dan peluit pun telah dibunyikan dengan hasil score: SMU Tunas Pelita 35 – SMU Pembangunan 45. Pak Burhan, Pak Rajasa dan guru-guru lain pun tampak kecewa dan marah. Sedangkan Rasty bersorak-sorak bahagia atas kemenangan team SMU Pembangunan.
Pak Burhan terihat menggerutu karena Ricky sedang ada masalah pribadi bermain saat pertandingan menjadi jelek. Bu Maria pun membenarkan soal itu. Bu Susan yang baru datang pun mengatakan bhwa ini adalah salah Bu Rina karena sudah membuat hubungan Rasty dan Ricky menjadi berantakan. Kini piala basket pun harus direlakan hanya untuk piala music Bu Rina yang belum tentu didapatkan. Bu Rina pun mengatakan bahwa justru Bu Susan yang harus disalahkan karena seharusnya bisa mengajari anak didiknya untuk mendukung team sendiri, bukan malah mendukung team lawan. Hal itu disetujui oleh guru lain. Bu Susan pun menjadi malu karena merasa dipermalukan.
Saat semua pemain bersalaman dengan team lawan, dengan sportif Ricky pun member ucapan selamat pada Alex namun Alex menanggapinya dengan dingin dan tersenyum sinis. Kali ini Alex puas bisa mengalahkan Ricky. Kemarin, saat lomba music SMU Tunas mereka pesta-pesta, padahal baru menang sekali, sedangkan SMU Pembangunan yang tiap tahun menang biasa aja. Dan sekarang, SMU Pembanguman akan mengadakan pesta dalam rangka merayakan kekalahan SMU Tunas. Alex pun mengizinkan Ricky untuk datang, kalau dia tidak punya malu. Ricky menanggapinya dengan santai, karena mala nanti ia pasti datang.
Rasty berjalan dengan Alex dan terlihat mesra. Dari kejauhan Nada melihat itu. teman-teman Alex yang berada dibelakang pun bercerita bahwa malam nanti Ricky akan datang ke pesta mereka, dan mereka akan melakukan sesuatu pada Ricky.
Bu Susan yang kesal melemparkan tasnya ke arah buku-buku music milik Bu Rina. Semua barang-barang termasuk foto-foto pun ikut terjatuh. Bu Susan memandangi foto-foto itu satu per satu dan tanpa disengaja ia menemukan 1 foto yang menarik perhatiannya, yaitu foto masa lalu milik Rina saat Rina tengah bersama Farah dan Fariz. Bu Susan pun terkejut dan diotaknya penuh Tanya.
Diluar, banyak siswa siswi yang tengah membicarakan soal kekalahan team basket sekolah mereka dari SMU Pembangunan. Nuri dan Via pun mengatakan bahwa itu semua karena Nada yang merebut Ricky dari Rasty dan akhirnya mereka putus. 3 cewek itu pun melihat Nada yang tengah berjalan dengan kursi rodanya. Lalu mereka menghampiri Nada. siska yang melihat Nada tengah dimaki-maki oleh 3 siswi itu segera melaporkan pada Bu Rina. Siswi-siswi itu telah berlaku kasar pada Nada dengan mendorong Nada dari kursi roda hingga terjatuh dan menginjak-injak kusri roda Nada hingga rusak. Bu Rina yang baru datang pun langsung mengusir mereka. Bu Rina langsung menghampiri Nada yang sudah tersungkur dilantai dan menangis. Lalu Nada menangis dibahu Rina.
Fariz akan mengadakan sebuah acara dan ia menginginkan Erwin nanti membawa wanita idamannya dan mengenalkan wanita itu pada Fariz. Nia yang mendengar hal itu pun langsung memasang ekspresi wajah yang pucat dan panic.
Bu Rina mengobati luka yang ada disiku Nada. bu Rina pun menawarkan untuk membelikan kursi roda yang baru untuk Nada. namun Nada menolaknya, karena ia akan berjalan tanpa kursi roda dan tidak ingin bergantung pada kursi roda. Nada pun mengatakan bahwa sekarang ia sedang khawatir dengan Ricky, karena tadi ia tak sengaja mendengar bahwa anak SMU Pembangunan akan melakukan sesuatu pada Ricky malam ini. Sebenarnya, Nada pun merasa bersalah atas yang terjadi pada Rasty dan Ricky, tapi ia juga masih ingin sekolah di SMU Tunas supaya bisa menang lomba nanti dan bisa bertemu dengan Ibunya. Bu Rina pun tersentuh dengan jawaban Nada. Bu Rina pun akan pergi untuk memanggil Bang Teguh dan membawa Nada pulang, karena suasana sedang tidak baik untuk Nada.
Nada berjalan dengan Ryan. Sebenarnya ia ingin memberitahu soal rencana SMU Pembangunan pada teman-teman Ricky, namun mereka malah pergi.
Ditempat lain, Bu Susan penasaran dengan masa lalu Bu Rina apalagi dengan foto muda Bu Susan bersama Fariz. Akhirnya Bu Susan datang kerumah Bu Rina saat Bu Rina tak dirumah. Dan Bu Susan bertemu dengan Bu Tanti dan mengatakan bahwa dirinya adalah Bu Clara, teman akrab Bu Rina. Sambil menunggu Bu Rina, Bu Susan pun ngobrol dengan Bu Tanti dan bicara tentang masa lalunya. Bu Tanti yang mengira bahwa Bu Susan adalah Bu Clara yang merupakan teman akrabnya Bu Rina, akhirnya membeberkan semua rahasia masa lalu Bu Rina yang pernah berpacaran dengan Fariz, namun Fariz tak menikahinya dan menikah dengan Nia. Bu Susan yang mendengar semuanya pun tersenyum licik.
Nada akhirnya bertemu lagi dengan teman-teman Ricky dan Nada pun mengatakan semuanya pada Bagas, salah satu teman Ricky. Nada pun berpesan pada Bagas untuk meminta Ricky agar tak menghadiri pesta Alex dan teman-temannya karena mereka mempunyai rencana buruk untuknya. Bagas sebenarnya tak yakin Ricky akan mendengarkan kata-katanya karena Ricky yang keras kepala, tapi ia akan coba.
Ricky yang sejak tadi terus memandangi fotonya bersama Rasty menjadi sedih dan teringat dengan semua masa lalunya bersama Rasty. Ricky pun akhirnya menyalahkan semua yang terjadi memang karena Nada. Bagas yang baru datang pun menyampaikan pesan Nada untuk Ricky. Namun kali ini ia tidak mau mendengar kata-kata Nada lagi. Bagas pun mengatakan bahwa pembelaannya selama ini untuk Ricky sudah besar, sampai dia rela di caci maki dan kursi rodanya juga dirusak. Ricky pun menyadari itu. dari luar kamar, terlihat Ka Ryanti yang mengintip percakapan Ricky dan Bagas.
Dirumah, Nada tak yakin Ricky mau mendengar kata-katanya, namun bagaimana pun juga dia harus mencegah Ricky masuk ke dalam pesta itu. Akhirnya Nada memutuskan untuk pergi.
Ricky sama sekali tidak menyangka begitu besar pengorbanan Nada untuk dirinya. Ka Ryanti pun mengatakan pada Ricky bahwa ia hutang minta maaf pada Nada dan Ka Ryanti juga mengatakan bahwa yang dikatakan Nada benar kalau Ricky tidak perlu datang ke pesta Alex dan teman-temannya. Ricky pun bergegas pergi untuk menemui Nada untuk minta maaf.
Saat Ricky berada dirumah Nada, Ryan justru mengatakan bahwa Nada pergi ke pesta untuk mencari Ricky. Ricky begitu terkejut dan panic. Ia pun segera pergi ke pesta itu menjemput Nada sebelum terjadi apa-apa pada Nada.
Saat dipesta, Nada tengah mengintip pembicaraan Alex dan teman-temannya. Namun tanpa Nada ketahui, Alex mengetahui keberadaannya. Alex pun merencanakan semua yang akan ia lakukan pada Ricky akan ia lakukan pada Nada. Alex pun membicarakan itu pada Rasty. Rasty pun sempat menemui Nada dan memakinya. Namun Nada tidak memperdulikan itu. Nada meminta Rasty untuk kembali berpacaran dengan Rasty. Namun bagi Rasty, Nada tidak berhak mengatur dirinya akan berpacaran dengan siapa aja. Dan sekarang, Nada boleh ambil Ricky, karena Rasty sudah tak butuh dengan laki-laki berselera rendah seperti Ricky. Nada pun diusir oleh Rasty. Saat ia sampai dipintu keluar, tanpa Nada sadari Alex dan teman-temannya telah melakukan sesuatu. Alex menaruh sebuah ember diatas pintu yang berisi tepung dan air dan diikat oleh tali. Sehingga saat Nada menarik pintu tersebut ember berisi tepung berair itu pun tumpah dan mengguyur semua tubuh Nada. dari ujung kepala hingga ujung kaki Nada pun dilumuri oleh tepung berair dan Nada ditertawakan oleh Alex, Rasty dan kawan-kawan juga semua tamu yang ada di pesta itu. beberapa saat kemudian Ricky datang dan ia menyadari bahwa ia telat menjemput Nada sampai akhirnya Nada kena jebakan dari Alex. Ricky pun menghampiri Alex dan Rasty. Didepan semua orang, Rasty pun mencaci Ricky yang lebih memilih gadis kampong seperti Nada. sedangkan Nada keluar dari tempat itu dan mencari pertolongan. Beruntung ia bertemu dengan teman-teman Ricky. Nada pun meminta mereka untuk menolong Ricky yang bisa-bisa dikeroyok kawanan Alex. Saat Ricky dan Alex akan berkelahi, tiba-tiba lampu mati. Setelah lampu menyala, Alex dan kawan-kawan pun menyadari bahwa Ricky sudah tidak ada.
Diluar, Ricky yang sudah ditolong oleh teman-temannya justru marah-marah. Karena dengan perginya Ricky, mereka akan menganggap kalau Ricky itu pengecut. Mereka pun mengatakan kalau Nada yang meminta memisahkan Ricky dari mereka dan itu semua demi Ricky. Ricky pun menghampiri Nada dengan wajah kesal. Ia pun begitu geram dengan semua yang Nada lakukan. Baginya Nada sudah terlalu banyak ikut campur urusannya. Setelah itu pun Ricky pergi meninggalkan Nada.
Bu Tanti menemui Rina yang baru pulang mengajar. Bu Tanti menyampaikan bahwa beberapa jam yang lalu Bu Clara datang. Rina pun terkejut, karena sebelum pulang ia malah sempat jalan dengan Bu Clara. Bu Tanti pun bingung. Lalu ia memberikan cirri-ciri orang yang datang. Dan Rina yakin bahwa yang datang sebelumnya adalah Bu Susan. Ia pun gemetar, apalagi setelah ia tahu bahwa Bu Tanti sempat cerita banyak soal masa lalu Rina dengan Fariz. Ditempat lain pun Bu Susan menemui Nia. Ia memberikan foto kebersamaan Rina dan Fariz 16 tahun yang lalu. Kini ia tahu semuanya. Wajah Nia pun pucat mendengar rahasianya telah diketahui semuanya oleh Susan.
Esoknya sebelum berangkat sekolah, Ryan melihat Nada yang tampak sedih dan tak bersemangat ke sekolah. Ryan pun meminta Nada menjelaskan siapa yang membuatnya sedih, karena dia akan menghajar orang itu. tiba-tiba Ricky muncul. Dia pun menyadari bahwa dia memang laki-laki yang tak tahu terima kasih pada seseorang yang sudah baik sekali padanya dan dia tak tahu diuntung dengan wanita yang sudah menolongnya dengan tulus. Ricky datang untuk meminta maaf atas kejadian semalam. Dengan senang hati, Nada memaafkan Ricky. Dengan wajah berbinar, mereka bersama-sama memasuki SMU Tunas. Teman-teman Ricky yang melihat keakraban Ricky dan Nada sampai bergandengan tangan itu pun ikut senang. Namun saat Ricky dan Nada tengah berjalan, mereka bertemu dengan Rasty dan 2 temannya. Ricky pun tak memperdulikannya dan tetap berjalan bersama Nada memasuki kelas. Ricky pun mengatakan kalau mulai saat itu ia ingin Nada 1 bangku dengannya. Nada pun tersenyum dan bahagia mendengarnya. Beberapa saat kemudian beberapa teman Ricky datang. Mereka pun meledek kedekatan Ricky dan Nada. disitu pun Ricky ingin minta maaf atas kesalahannya marah-marah pada mereka semalam di pesta. Mereka pun dengan senang hati memaafkan Ricky namun dengan syarat traktiran dari Ricky, canda mereka. Rasty yang melihat keakraban antara Nada dengan Ricky dan juga teman-temannya pun menjadi kesal. Lalu ia memanggil Pak Ucup yang merupakan cleaning service di SMU Tunas. Ia memberi Pak Ucup uang dengan syarat melakukan sesuatu tertentu. Pak Ucup pun siap melaksanakan tugasnya. Ia masuk kelas dan mengatakan bahwa Ricky dan teman-temannya dipanggil oleh Pak Burhan untuk latihan basket saat itu juga. Ricky dan teman-temannya pun pergi. Saat Ricky dan teman-temannya keluar, Rasty dan 2 temannya masuk. Mereka pun mengusir Nada dari tempat duduk Ricky dan meminta Nada duduk di belakang seperti biasa. Sebelumnya Rasty sempat melempar tas Nada sampai semua isinya keluar. Dan diam-diam Rasty mengambil selembar kertas tugas milik Nada.
Beberapa saat kemudian bel masuk sekolah berbunyi. Bu Maria pun masuk kelas untuk mengajar. Dan saat itu ia meminta semua murid untuk mengumpulkan tugas darinya yang tempo lalu diberikan. Bu Maria terlihat bingung dengan sikap Nada yang sibuk dengan isi tasnya. Lalu Nada mengatakan bahwa tiba-tiba kertas tugasnya hilang, padahal ia sudah mengerjakan tugasnya. Bagi Bu Maria itu adalah alasan biasa murid yang malas mengerjakan tugas. Jadi saat itu juga Nada harus meninggalkan kelas dan dihukum Bu Maria. Saat Nada sedang berjalan disebelah Rasty, ia melihat kertas tugasnya berada ditangan Rasty, namun Nada hanya bisa melihat tanpa mengadukannya pada Bu Maria.
Bu Rina berniat menemui Pak Rajasa diruangannya. Namun ia begitu terkejut ketika ia justru melihat Bu Susan diruangan itu. Tidak ada yang salah saat itu. Hanya saja ada kabar terbaru bahwa saat ini untuk sementara Bu Susan akan menggantikan Pak Rajasa sebagai kepala sekolah selama Pak Rajasa ada pekerjaan di Bali. Bu Rina sangat terkejut. Belum saja saat Bu Susan menjadi guru, Bu Rina sudah dibuat sulit, apalagi sekarang ketika Bu Susan mempunyai kuasa disekolah. Bu Rina pun menanyakan perihal kehadirannya Bu Susan kerumahnya kemarin. Bu Susan mengakui itu dan ia ingin Bu Rina tak macam-macam dengannya. Bu Rina pun tak akan gentar menghadapi Bu Susan meskipun posisinya sekarang sebagai kepala sekolah. Bu Rina akan bertahan sampai final lomba nyanyi dan selama itu pula ia akan membongkar semua rahasia yang terjadi disekolah. Kini Bu Rina justru curiga Bu Susan ada dibalik itu semua atau malah bekerja sama dengan penculik bayinya…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar